Sabtu, 02 Oktober 2021

Bagian Terbesar Tubuh Kita adalah Air

 Tanpa Air Kita Tak Dapat Hidup


Air
adalah hadiah Tuhan yang sangat berharga
untuk kehidupan
Tanpa air
pohon-pohonan akan mati
makanan kita tidak akan tumbuh
hewan-hewan tidak akan bertahan hidup
kita manusia juga tidak dapat hidup
Kita perlu menghargai hadiah berharga ini
sebab air dapat berubah menjadi racun
Memperlakukan hadiah ini secara salah
membahayakan semua kehidupan


Jumat, 01 Oktober 2021

Tanah adalah Ibu Kita

 Tanah adalah Ibu Kita


Tanah 
adalah ibu kita
ia memberikan segala yang kita perlukan
untuk hidup, tumbuh dan berkembang
ia mengajar kita
kesabaran, kemurah hatian, pengampunan, toleransi dan ketekunan
ia mengajar kita
pertumbuhan, istirahat, kematian dan kelahiran kembali
Ketika saatnya tiba
Tanah memberi kita kelahiran kembali
Kita menyebutnya bangkit dari kematian
Pada akhirnya
kita akan belajar banyak dari tanah 

 

Jika kita terus menerus merusak tanah, kita mengubah dunia menjadi tidak layak huni

 Merusak Tanah, Merusak Diri Sendiri


Tanah 

seperti juga tumbuhan dan hewan yang hidup di atasnya

hidup

Kita adalah penghuni baru yang berpijak di atasnya

Namun, kita telah belajar banyak untuk menggunakan permukaan dan isinya

untuk kenyamanan dan kesenangan kita.

Pada saat yang sama

Kita merusak dan membuatnya sakit

Inilah manusia yang melakukan penambangan tanpa tanggung jawab

merasa seakan bagian terpisah dari tanah

Padahal kita terbuat dari tanah

Merusak tanah juga merusak diri kita sendiri

jika tanah tidak lagi mampu menopang kehidupan

Apa yang akan kita lakukan

Jika Sumber Air Kita Dirusak: kita berhak melawan

 KITA BERHAK MELAWAN

Jika perusahaan atau industri

Merusak sumber air 

Kita berhak melawan

PT. CELEBES GreenNiCKEL CONSULTANT

 


PT. CELEBES GreenNICKEL CONSULTANT

Konsultan Lingkungan

Graha jannah Blok C Nomor 5 palopo

______________________________________________________




GreenNickel adalah mitra proyek tambang nikel

Kami menawarkan solusi konsultasi yang dapat diandalkan

Misi Kami

Membantu perusahaan tambang nikel memaksimalkan profit dengan ramah lingkungan

 

Bertani di Dekas Lahan Tambang Nikel: bisakah jadi solusi

 Bertani di Bekas Lahan Tambang: bisakah jadi solusi


Saya dengan tulus menghormati jika Anda adalah petani yang berpikir mungkin bisa memanfaatkan lahan bekas tambang sebagai lahan pertanian. Namun, saya tidak melihat bahwa pertanian bisa jadi solusi untuk bekas lahan tambang nikel. Masalahnya, tanah tersebut sedang sakit. Tergerus erosi, tandus dan mengarah menjadi gurun, kehilangan zat-zat penting yang dibutuhkan tumbuhan dan gangguan siklus air. Ini membutuhkan terapi penyembuhan.

Saya percaya, ternak bisa membantu mengembalikan senyawa organik melalui kotoran dan urinnya menggantikan zat organik yang telah terbuang dari tanah tersebut. Tanaman penutup tanah segera dibutuhkan  untuk menghentikan erosi yang parah. Pohon-pohon yang tumbuh cepat dibutuhkan untuk memperbaiki iklim mikro dan memperbaiki daur air.

Yang kita butuhkan adalah menumbuhkan hutan dan rumput dengan bantuan ternak. Interaksi ini akan mengembalikan kesehatan tanah.


TERNAK : solusi untuk lahan bekas tambang nikel

                        Integrasi Revegetasi dan Peternakan                        untuk Eks Lahan Tambang Nikel

Kita sepakat: tambang merusak tanah dan harus ada solusi untuk mengakhiri kerusakan tersebut untuk masa depan kita. Namun, tidak cukup hanya dengan menyalahkan, karena yang kita salahkan tersebut adalah akibat langsung dari kebijakan pengelolaan sumber daya kita. Ini masalah manajemen. Jadi, masalahnya bukanlah tambang nikel, bukan lahan tandus, dan bukan perusakan lingkungan. Masalah terbesar kita adalah ketidakmampuan mengelola kompleksitas masalah yang ada. Ketidakmampuan kita mengelola keseimbangan kepentingan ekonomi dan kepentingan lingkungan.

Pernahkah Anda mendengar pegusaha rongsokan kapal tua? Ini analogi saya: lahan bekas tambang seperti rongsokan kapal tanker. Itu menawarkan manfaat ekonomi. Jika ada sumber ekonomi baru setelah pertambangan berakhir, maka kondisi sosial dan kelestarian lingkungan dapat terjaga. Jika dikelola dengan benar, selain manfaat ekonomi untuk individu atau kelompok yang mengelolanya, juga memberi manfaat untuk masyarakat luas dan komunitas global.

Solusinya: Biologi. Secara biologis, siklus hidup terdiri atas: lahir, tumbuh, mati dan membusuk. Dalam sebuah siklus, akhir sama dengan awal. Membusuk sama pentingnya dengan lahir. Jika tidak ada pembusukan, maka siklus hidup akan putus.

Hewan ternak, terutama ruminansia seperti sapi dan kambing membantu untuk proses pembusukan, karena mereka hidup bersimbiosis dengan banyak mikroba. Ketika mereka meletakkan kotoran dan urin di tanah, maka proses daur ulang nutrisi terjadi. Akumulasi kotoran dan urin ternak akan menyehatkan tanah.


Istilah populer untuk kegiantan ini adalah: Silvopasture. Kombinasi antara penghijauan kehutanan dan peternakan dalam satu kawasan. Keuntungan silvopasture:
1. Tanah tertutup rumput dan pohon hijau
2. Menjaga kesembingan ekosistem antara produsen konsumen dan pengurai
3. Memproduksi makanan untuk masyarakat manusia secara lokal
4. Menghasilkan profit



Jika Diberi Ijin: Saya Ingin Melakukan Revegetasi di Bekas Tambang Nikel Morowali Utara

 Ini Rencana Revegetasi atas Bekas Tambang Nikel

1. Menanam penutup tanah (cover crops) sekaligus untuk pakan ternak

Dipilih polongan: Centrasema pubescens, Colopogonium mucoides, mucuna.

Perkiraan, menggunakan sekitar 200 kg bibit penutup tanah per hektar.

Ini kegiatan yang termasuk kategori emergensi, penting dan mendesak, untuk mengurangi erosi.



 



2. Menanam tumbuhan berkayu yang cepat tumbuh sekaligus untuk pakan kambing
Ditanam bersamaan dengan penanaman cover crops.
Jarak yang dipilih 4m X 4m dan 5m X 5m.






Mengapa Dipilih Pakan Ternak?



Siklus kehidupan terdiri atas:
Kelahiran, tumbuh, mati dan membusuk (penguraian).
Penguraian sama pentingnya dengan kelahiran.
Tanpa penguraian, maka siklus hidup berhenti.
Dengan menggunakan hewan ternak, kita mendukung penguraian.
Hewan memakan tumbuhan dan mendaur ulang nutrisi ke dalam tanah.
Hewan meletakkan kotoran dan urin di atas tanah yang mengalami penguraian.
Kotoran dan urin tersebut menyehatkan tanah.

3. Menanam tumbuhan berkayu umur lama.
Dilakukan setelah daerah reklamasi berumur sekitar 2-3 tahun.
Waktu yang lebih lama dipilih agar iklim mikro mendukung tumbuhan tersebut.
Jarak tanam disesuaikan dengan jenis tanamannya.
Umumnya 5m x 5m dan 10m X 10m.

4. Evaluasi
Untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan, dapat ditentukan dari:
presentasi daya tumbuh penghijauan
presentasi penutupan tajuknya,
pertumbuhannya,
perkembangan akarnya,
penambahan spesies pada lahan tersebut,
peningkatan humus,
pengurangan erosi dan fungsi sebagai filter alam,
perbaikan daur hidrologi
dan profit dari ternak.
Dengan cara ini, dapat diketahui tingkat keberhasilan merestorasi bekas tambang.


5. Penutup
Untuk mendapatkan keberhasilan revegetasi, dilakukan dengan pemeliharaan rutin.
Meliputi:
pemupukan berkala,
penyaringan,
pemangkasan dan
penyulaman.