Jumat, 01 Oktober 2021

TERNAK : solusi untuk lahan bekas tambang nikel

                        Integrasi Revegetasi dan Peternakan                        untuk Eks Lahan Tambang Nikel

Kita sepakat: tambang merusak tanah dan harus ada solusi untuk mengakhiri kerusakan tersebut untuk masa depan kita. Namun, tidak cukup hanya dengan menyalahkan, karena yang kita salahkan tersebut adalah akibat langsung dari kebijakan pengelolaan sumber daya kita. Ini masalah manajemen. Jadi, masalahnya bukanlah tambang nikel, bukan lahan tandus, dan bukan perusakan lingkungan. Masalah terbesar kita adalah ketidakmampuan mengelola kompleksitas masalah yang ada. Ketidakmampuan kita mengelola keseimbangan kepentingan ekonomi dan kepentingan lingkungan.

Pernahkah Anda mendengar pegusaha rongsokan kapal tua? Ini analogi saya: lahan bekas tambang seperti rongsokan kapal tanker. Itu menawarkan manfaat ekonomi. Jika ada sumber ekonomi baru setelah pertambangan berakhir, maka kondisi sosial dan kelestarian lingkungan dapat terjaga. Jika dikelola dengan benar, selain manfaat ekonomi untuk individu atau kelompok yang mengelolanya, juga memberi manfaat untuk masyarakat luas dan komunitas global.

Solusinya: Biologi. Secara biologis, siklus hidup terdiri atas: lahir, tumbuh, mati dan membusuk. Dalam sebuah siklus, akhir sama dengan awal. Membusuk sama pentingnya dengan lahir. Jika tidak ada pembusukan, maka siklus hidup akan putus.

Hewan ternak, terutama ruminansia seperti sapi dan kambing membantu untuk proses pembusukan, karena mereka hidup bersimbiosis dengan banyak mikroba. Ketika mereka meletakkan kotoran dan urin di tanah, maka proses daur ulang nutrisi terjadi. Akumulasi kotoran dan urin ternak akan menyehatkan tanah.


Istilah populer untuk kegiantan ini adalah: Silvopasture. Kombinasi antara penghijauan kehutanan dan peternakan dalam satu kawasan. Keuntungan silvopasture:
1. Tanah tertutup rumput dan pohon hijau
2. Menjaga kesembingan ekosistem antara produsen konsumen dan pengurai
3. Memproduksi makanan untuk masyarakat manusia secara lokal
4. Menghasilkan profit



Tidak ada komentar:

Posting Komentar